Siswa Internasional sudah dapat kembali ke Australia di bulan Juli 2020 ini, ditengah pandemi COVID-19, saat “program percobaan” yang telah disetujui oleh Departemen Pendidikan Australia dijalankan kembali oleh Australian National University (ANU) dan University of Canberra (UC)

3 bulan telah berlalu semenjak border Australia ditutup dikarenakan pandemi COVID-19 yang menyerang hampir diseluruh dunia. Berbagai kebijakan baru, terutama yang berkaitan dengan visa dan keimigrasian, telah diformulasikan oleh Pemerintah Australia guna membantu para pendatang untuk tetap bisa tinggal dan menetap di Australia selama masa pandemi. 

Sayangnya sampai saat ini, Australia masih tertutup untuk pengunjung dari luar negeri, tidak terkecuali mahasiswa internasional yang perlu datang ke Australia untuk melanjutkan atau memulai studinya di bulan Juli ini. Ada lebih dari 6.700 mahasiswa internasional yang tidak dapat datang ke Australia di bulan ini untuk melanjutkan kuliah mereka. 

Lalu kapan Australia akan siap dibuka kembali untuk Mahasiswa Internasional?

Menteri Pendidikan Australia: Belum Ada Jadwal Pasti Kapan Mahasiswa Internasional Bisa Kembali ke Australia

Menteri Pendidikan Australia, Dan Tehan, menyatakan bahwa rencana untuk mengembalikan mahasiswa internasional yang saat ini tidak bisa datang ke Australia sudah dibuat, baik oleh universitas maupun pemerintah, namun ‘belum ada jadwal yang pasti’ kapan mahasiswa internasional akan segera bisa datang ke Australia, terlebih setelah ditutupnya kembali wilayah Melbourne beberapa waktu yang lalu. 

Kapan border Australia akan kembali terbuka untuk siswa internasional?

Menteri Pendidikan Den Tehan memberikan pernyataan bahwa border bisa dibuka untuk siswa internasional hanya setelah border antar negara bagian Australia dibuka dan sekolah, college, universitas, dan institusi pendidikan lainnya telah kembali melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Selain itu, kesehatan yang baik, tindakan karantina, protokol negara bagian, dan institusi pendidikan tetap harus terlaksana. 

Saat ini, hampir seluruh border di Australia sudah terbuka untuk penerbangan domestik, seperti Australian Capital Territory, New South Wales, Northern Territory, Queensland, South Australia, dan Tasmania. Sedangkan, Western Australia hanya terbuka untuk pihak-pihak tertentu, sementara Victoria masih tutup karena jumlah kasus COVID yang belum menurun, i.e. 288 kasus dalam 24 jam terakhir. Wah, semoga Victoria bisa segera terbebas dari kasus baru seperti negara bagian Australia lainnya ya, mengingat Melbourne adalah salah satu kota favorit mahasiswa, khususnya dari Indonesia. 

Apakah Program Percobaan untuk Mendatangkan Siswa Internasional Batal?

Pada Juni 2020, pemerintah negara bagian dan universitas besar di Australia mengajukan suatu skema program percobaan untuk mendatangkan 350 mahasiswa internasional pada bulan Juli 2020. Program Percobaan ini akan mengutamakan mahasiswa internasional yang sebelumnya sudah memulai dan menjalani studinya di Australia namun harus kembali ke negara asal mereka karena adanya pandemi covid-19. Mereka nantinya akan melalui serangkaian proses karantina dan tindakan pengamanan yang ketat sebelum akhirnya kembali beraktivitas di kampus. 

Departemen Pendidikan Australia mengkonfirmasi bahwa mereka tidak akan menunda program percobaan yang diajukan oleh dua universitas besar di Australia tersebut, yakni Australian National University (ANU) dan University of Canberra (UC), untuk mengembalikan 350 orang mahasiswa internasional ke ibu kota Canberra, meskipun ANU dan UC telah mengumumkan bahwa mereka telah menunda rencana tersebut. 

Menurut ANU dan UC, penundaan tersebut dilakukan berdasarkan perkembangan COVID terbaru di Australia. ANU dan UC telah memutuskan untuk menunda program percobaan tersebut pada bulan Juli ini hingga ada pandangan yang lebih jelas mengenai perkembangan COVID kedepannya. 

Dalam program percobaan ini, 350 orang mahasiswa direncanakan akan tiba menggunakan penerbangan charter ke Canberra untuk memulai kuliah semester 2 di bulan Juli 2020 ini. Mahasiswa yang baru datang ini tetap harus menjalani karantina di hotel selama 14 hari sebelum bisa kembali ke kampus. 

Melalui juru bicaranya, UC menyatakan bahwa mereka akan terus bekerja sama dengan pemerintah Australian Capital Territory dan federal dalam pelaksanaan program percobaan tersebut. 

Persiapan program percobaan ini akan dilakukan di bawah pengawasan badan-badan kesehatan wilayah dan federal untuk memastikan kesehatan dan keamanan masyarakat, kampus, dan para siswa tetap terjamin. 

Nah, meskipun belum ada jadwal pasti mengenai kapan Australia akan kembali dibuka untuk siswa internasional, pemerintah Australia tetap terus mengusahakan yang terbaik bagi para pendatang.  

Semoga rencana program percobaan dari ANU dan UC untuk mengembalikan siswa internasional ke ibu kota Canberra, menjadi awal yang baik menuju dibukanya kembali Australia sebagai salah satu negara tujuan siswa internasional menuntut ilmu. 

Lalu, apa yang bisa dilakukan selanjutnya?

Bagi kalian yang tetap ingin melanjutkan studi di Australia di tengah pandemi ini, kalian tetap bisa mendaftar untuk mengikuti program studi online di beberapa kampus Australia. Meskipun sejumlah kampus di beberapa negara bagian Australia telah memulai kembali pertemuan tatap muka normal, sebagian besar dari kampus tersebut masih mengizinkan para pelajar internasionalnya untuk mengikuti studi secara online, terutama bagi mereka yang belum bisa datang ke Australia. 

Untuk informasi mengenai kampus mana saja yang masih membuka kelas online mereka, kalian bisa menghubungi konsultan pendidikan di education ONE. Para konsultan profesional di education ONE akan memastikan jadwal kuliah kalian tetap berjalan sesuai rencana, termasuk nantinya membantu aplikasi visa pelajar kalian, sampai border Australia dibuka kembali dan nantinya kalian siap untuk melanjutkan studi langsung di Australia.