Banyak dari kalian yang pasti bertanya saat berpikir untuk kuliah di Australia, seperti: 

“Apa yang saya harus persiapkan?”

“Apakah bisa menggunakan TOEFL untuk mendaftar kuliah di Australia?”

“Bagaimana proses pembuatan visanya? Saya takut ditolak.”

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini umum diajukan oleh calon siswa internasional saat memutuskan untuk kuliah di luar negeri, terutama Australia yang menjadi salah satu destinasi favorit pelajar Indonesia. Sekarang, kita akan kupas secara tuntas dan mendalam mengenai hal ini, oke?

Tidak seperti kuliah di Indonesia, saat kamu memutuskan untuk melanjutkan studimu ke luar negeri—terutama Australia pada bahasan kita kali ini, ada banyak hal yang harus kita persiapkan. Tapi selain kalian memenuhi persyaratan untuk mendaftar ke kampus yang kalian tuju di Aussie, kalian juga harus mempertimbangkan aspek lain: peraturan imigrasi.

Kenapa? Karena kalian akan tinggal di negara lain dalam waktu yang lama, jadi kalian pasti butuh visa pelajar, dong. Hanya saja, Australia memiliki persyaratan visa yang cukup rumit jika dibandingkan dengan negara lain, mengingat negara ini menjadi salah satu tujuan favorit siswa untuk melanjutkan studi mereka di luar negeri.

Beberapa hal yang harus kalian siapkan untuk memenuhi syarat imigrasi Australia:

1. Kepemilikan Bukti Keunagan 

Ada dua cara yang bisa kalian tempuh untuk lolos:

a) Dengan biaya sendiri

Untuk kalian yang berencana untuk kuliah di Australia dengan biaya sendiri, pastikan kalian memiliki dana yang bisa memenuhi kebutuhan dan pengeluaran kalian selama setahun di Australia. Memang, ketentuan di Australia mengizinkan mahasiswa asing untuk bekerja paruh waktu. Tapi itu jika visa kalian diterima dan ada waktu tunggu sebelum kalian bisa mulai bekerja paruh waktu. Peraturan ini ada karena pemerintah Australia ingin kalian fokus pada studi kalian.

Nah, syarat yang harus kalian penuhi adalah:

  • Biaya kuliah selama setahun. Ini tergantung dari kampus yang kalian tuju.
  • Biaya hidup, seperti sewa apartemen, makan, dll., selama setahun. Ini tergantung dari daerah studi kalian nanti, jadi kalian harus riset dulu, ya! Untuk perkiraannya, kalian harus memiliki dana AUD 20,290 per orang.
  • Transportasi: perhitungan tiket pulang-pergi (PP) sekitar AUD 2,000.

Ketentuan tadi hanya berlaku untuk kalian yang berangkat sendiri. Jika kalian berniat untuk membawa pasangan atau keluarga, ada biaya tambahan yang mesti kalian siapkan, seperti:

  •       Biaya hidup:

o   Membawa pasangan:                                  AUD 7,100

o   Anak                                                               AUD 3,040

o   Guardian atau orangtua asuh:                  AUD 20,290

  • Biaya sekolah, jika kalian membawa anak dan masih masa sekolah, ditambah biaya sekolah per tahun untuk setiap anak untuk sekolah anak di Australia
  • Biaya perjalanan, dalam arti tiket pulang-pergi, sama seperti tadi, AUD 2,000 per orang.

b) Didanai sponsor

Jika kalian didanai oleh sponsor, misalkan kerabat kalian atau pihak pemberi beasiswa, kalian harus memberikan bukti bahwa pihak sponsor mampu dan bersedia membiayai kalian selama kuliah di Australia.

2. Kemampuan Berbahasa Inggris

Seperti negara berbahasa Inggris pada umumnya, Australia juga meminta calon pelajar asing yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri untuk bisa berbahasa Inggris. Ada beberapa sertifikasi Bahasa Inggris yang diterima oleh pihak imigrasi Australia:

English language test providers Minimum test score Minimum test score where combined with at least 10 weeks ELICOS Minimum test score where combined with at least 20 weeks ELICOS
International English Language Testing System (IELTS) – Academic 5.5 5 4.5
TOEFL internet based test 46 35 32
Cambridge English: Advanced (Certificate in Advanced English) 162 154 147
Pearson Test of English Academic 42 36 30
Occupational English Test Pass** N/A N/A

Kalian bisa memilih salah satu dari opsi tes di atas, tapi yang paling sering dipakai di Australia itu sendiri adalah Academic IELTS. Bagi kalian yang tidak tahu IELTS itu apa, IELTS itu sendiri adalah tes kemampuan berbahasa Inggris di mana kalian akan diuji kemampuan kalian dalam empat kategori: Listening (Mendengarkan), Speaking (Berbicara), Reading (Membaca), Writing  (Menulis).

Ada dua jenis tes IELTS yang bisa kalian pilih di sini, General atau Academic. Semuanya bisa untuk persyaratan visa, tapi buat kalian yang berencana untuk melanjutkan kuliah, lebih baik mengambil IELTS Academic. Tes ini hanya berlaku selama dua tahun, jadi kalian harus perpanjang setiap dua tahun sekali. Nilai tertinggi untuk tes ini adalah 9.0 untuk setiap kategori tadi.

Untuk keperluan studi, pastikan kalian memenuhi syarat nilai yang diminta. Misalkan kampus A meminta nilai IELTS untuk jurusan X 6.5 dengan nilai minimum tidak ada yang di bawah 6.0. Ini berarti, semua kategori tadi seperti mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis tidak ada yang di bawah 6.0. Paham, kan?

Untuk kalian yang belum memenuhi persyaratan kemampuan berbahasa Inggris, kalian bisa mengikuti kelas persiapan bahasa Inggris atau ELICOS (English Language Intensive Course for Overseas Students) di sana. Untuk penempatan kelasnya tergantung dari hasil nilai IELTS kamu atau tes kemampuan berbahasa Inggris yang disediakan kampus sebelum mengikuti kelas.

3. Genuine Temporary Entrant (GTE)

Ini adalah persyaratan dokumen yang membuktikan bahwa kalian hanya akan melakukan studi selama di Australia, bukan untuk bekerja atau tujuan lain. Kenapa ini penting? Karena pihak imigrasi banyak menemukan kasus di mana pelajar yang datang ke sana awalnya untuk studi, akhirnya memilih untuk bekerja, padahal seharusnya mereka fokus dengan tujuan awal pembuatan visa pelajar. Nah, untuk memenuhi persyaratan ini, kalian harus:

  • Mengecek latar belakang ekonomi kalian di negara asal,
  • Mengecek sejarah Imigrasi kalian sebelumnya,
  • Mengecek keuntungan yang calon siswa dapatkan setelah mengikuti perkuliahan, atau jurusan yang diambil,
  • Mengecek tujuan calon siswa di negara asal setelah menyelesaikan pendidikan,
  • Mengecek pilihan kampus di Australia oleh calon siswa, dll.

Dari dokumen-dokumen tadi, pihak imigrasi akan memutuskan, apakah kalian benar-benar berniat untuk studi selama di Australia atau tidak. Jika pihak imigrasi memerlukan informasi tambahan, maka mungkin mereka akan meminta interview, baik melalui telepon maupun pertemuan langsung, dan lain-lain.

4. Orangtua Asuh / Guardian

Ini hanya untuk kalian yang berusia di bawah 18 tahun, karena kalian masih perlu pendamping atau orangtua asuh selama belajar dan tinggal di Australia. Kalian bisa mencari orangtua asuh melalui program homestay dan prosesnya akan kita bantu. Atau jika kalian memiliki kerabat atau keluarga yang tinggal di Aussie, memiliki temporary / permanent visa dan berusia di atas 21 tahun, juga bisa menjadi orangtua asuh atau pendamping kalian selama kuliah di Aussie.

Untuk kalian yang berusia di atas 18 tahun, kita juga bisa bantu kalian untuk mencari akomodasi yang sesuai dengan kalian.

Nah, kalau kalian sudah memenuhi semua syarat di atas, berarti kalian sudah memenuhi 80 % dari proses pendaftaran dan pengurusan visa pelajar kalian. Sisanya seperti pengurusan dokumen, asuransi kesehatan, dll, jika merasa kesulitan untuk mengurusnya sendiri, kalian bisa meminta bantuan konsultan pendidikan luar negeri terpercaya seperti education ONE.

Jika kalian masih bingung, kalian bisa hubungi kami melalui surel, telepon, sosial media (@kuliahdiasutralia) atau datang langsung ke kantor kami. education ONE sebagai konsultan pendidikan yang telah berpengalaman selama 11 tahun siap membantu kalian untuk pengurusan studi kalian ke Australia.

Bagaimana? Tertarik untuk studi dan bermigrasi ke Australia? Jika ada pertanyaan lainnya seputar sistem belajar di Australia, kalian bisa tanya langsung ke konsultan pendidikan education ONE melalui [email protected] atau menghubungi kami melalui kontak di sini.