Kerja Sambil Kuliah di Australia, Mungkinkah?

Mungkin sebagian besar dari kalian sudah mengetahui bahwa semua (ya, semua) pelajar internasional yang kuliah di Australia (baik itu kuliah Diploma, S1, S2, ataupun S3 – serta pasangan mereka), sudah bisa untuk bekerja di Australia (yang kebanyakan kerja part-time) sambil kuliah. Dan disini, kami akan menyinggung seputar mitos – mitos tentang kerja di Australia bagi calon mahasiswa internasional. Dimulai dari :

1. Kerja adalah Kesempatan, Bukan Kewajiban

Seperti yang dijelaskan diatas, semua mahasiswa yang kuliah di Australia memiliki kesempatan untuk bekerja di Australia sambil kuliah, terlepas dari kewarganegaraan dan jenjang studi yang diambil di Australia.

Dalam hal ini, calon mahasiswa bisa memilih apakah ingin fokus untuk studi di Australia, atau bekerja sambil kuliah. Tidak ada pilihan yang salah atau benar disini. Namun perlu diingat bahwa tujuan kalian adalah untuk kuliah di Australia, dan jika terlihat ada indikasi ketidakhadiran yang tinggi, dan nilai kuliah yang buruk, kalian memiliki kemungkinan untuk dipulangkan kembali ke negara asal.

2. Tidak ada Yang Mencarikan Kalian Pekerjaan

Kecuali kalian memiliki keluarga, teman, atau relasi yang memiliki usaha, atau sedang bekerja di Australia, dan mereka mau mempekerjakan kalian saat tiba di Australia.

Selain hal diatas, jika kalian ingin bekerja di Australia maka kalian harus :

  • Mempersiapkan resume dan cover letter,
  • Mencari lowongan pekerjaan paruh waktu,
  • Menghubungi employer (perusahaan / bisnis) terkait,
  • Melakukan interview, dan tanda tangan kontrak.

Ini adalah proses yang relatif lama dan kompleks, dan kalian akan banyak menemukan sesuatu yang tidak terduga. Namun dibalik semua perjalanan tesebut, inilah yang membuat kalian semakin kuat dan cerdas dalam menyikapi persoalan.

3. Estimasi Penghasilan Dari Bekerja

Banyak yang berbicara bahwa penghasilan yang kalian akan dapatkan dengan bekerja paruh waktu (part-time) di Australia berkisar antara AUD$ 15 – 25 per jamnya. Dan dikarenakan kalian bisa bekerja (maksimal) 40 jam per 2 minggu, maka estimasinya menjadi AUD$ 1200 – 2000 (sekitar 12 – 20 juta per bulan).

AUD$ 1200 – 2000 per bulan… Wow

Penghasilan yang lumayan hanya untuk kerja paruh waktu! Yup. Namun, perlu diketahui bahwa jumlah jam yang kalian dapatkan nantinya adalah kebijakan dari empoyer yang merekrut kalian. Jadi tidak ada kepastian berapa jam yang akan kalian dapatkan per minggunya. Apakah itu 20 jam, 10 jam, 5 jam, atau mungkin tidak sama sekali.

4. Selama Masa Kuliah

Jika dibandingkan dengan tahun ajaran di Australia, periode kuliah hanyalah 8 bulan, dengan 4 bulan sisanya adalah hari libur (yang tersebar sekitar bulan Juni – Juli, dan Desember – Februari). Lalu apa hubungannya dengan bekerja?

Nah saat liburan datang, tidak ada batasan jam yang mengikat kalian (alias kalian bisa bekerja dengan pekerjaan apapun, dan berapa jam pun). Tapi ingat, jika pada periode kuliah kalian memiliki indikasi bekerja lebih dari 40 jam/2 minggu, kemungkinan petugas imigrasi Australia akan mengunjungi kalian untuk konfirmasi. Hati – hati ya.

PS : Bagaimana mereka tahu? Integrasi sistem akutansi tempat kerja, dan data Imigrasi Australia.

5. Sesudah Menyelesaikan Kuliah

Lantas, bagaimana setelah menyelesaikan kuliah? Apakah saya masih bisa bekerja di Australia?

Jawabannya adalah ya, dan tidak.

Jika kalian masih ingin tinggal di Australia dan bekerja, kalian harus memiliki visa yang baru untuk mengganti visa pelajar yang kalian yang akan selesai. Dan visa baru ini, harus memungkinkan kalian untuk bekerja di Australia secara LEGAL. Jika kalian masih bersikeras untuk tinggal di Australia, maka deportasi dan ban adalah hukuman terfavorit yang dilakukan oleh Imigrasi Australia.

Oke, kembali lagi ke topik utama. Kesempatan kalian untuk bisa dan tidak untuk bekerja di Australia setelah tamat, akan sangat ditentukan oleh jurusan yang kalian ambil. Kenapa?

6. Tinggal di Australia Setelah Tamat

Mungkin beberapa diantara kalian beranggapan bahwa “apa hubungannya jurusan dengan bekerja di Australia?” Untuk yang belum tahu, mungkin kalian akan lebih memahai konsepnya dengan membaca cerita ini↵. Sudah? bagus.

Nah, untuk kalian yang telah sukses menyelesaikan kuliah kalian di Australia (apakah itu Diploma, S1, S2, ataupun S3), kalian berkesempatan untuk mendapatkan izin tinggal sementara selama 1.5 – 4 tahun di Australia (tergantung jenjang yang diambil), yang dalam kategori visa disebut Graduate Visa.

Namun khusus untuk mereka yang mengambil Diploma, kalian harus memastikan bahwa pekerjaan yang jurusannya sedang kalian pelajari, ada dalam List Skilled Occupation List Australia↵ (SOL). Jika tidak, kalian tidak akan mendapatkan visa diatas.

7. Hubungan Antara Jurusan dan Kerja di Australia

Menyambung dari pernyataan sebelumnya tentang Graduate Visa yang memungkinkan kalian untuk menetap di Australia, tentunya kalian akan berpikir tentang apa yang akan kalian lakukan dalam 1.5 – 4 tahun kedepan.

Tentunya kalian tidak ingin hanya bekerja paruh waktu seumur hidup bukan? Hal ini masih tetap bisa kalian lakukan, namun kebanyakan dari lulusan baru tersebut lebih memilih untuk mencari pekerjaan full time /permanen↵.

Dan jika hal ini yang nantinya akan kalian inginkan, jurusan yang kalian ambil adalah salah satu faktor terpenting dan tak tergantikan, yang bisa membuat banyak perbedaan antara bisa dan tidaknya. Kenapa? Dikarenakan untuk bisa bekerja full-time di Austarlia, kalian paling tidak harus kuliah dengan jurusan yang ada di list SOL dan CSOL disini↵.

Tentunya semua pertimbangan untuk apa yang akan kalian lakukan selama di Australia, ataupun sesudah tamat kuliah di Australia, adalah murni pilihan pribadi masing – masing pihak. Tapi yang pasti, utamakanlah pendidikan kalian di Australia.